Deskripsi
Sinopsis
Karya ini menguraikan secara mendalam bagaimana Qiyas bekerja bukan sekadar sebagai alat pencocokan hukum yang sederhana, melainkan sebagai sebuah sistem logika hukum Islam yang sangat canggih. Pembahasan dimulai dari pembongkaran empat rukun utama qiyas—ashl (kasus pokok), far’u (kasus baru), hukum ashl, dan ilat (motif hukum)—sebelum akhirnya menukik tajam pada bagian paling krusial: masalik al-illah (metode menemukan motif hukum). Penulis membedah tiga instrumen metodologis, yaitu tahqiq al-manat (memastikan keberadaan ilat pada kasus baru), tanqih al-manat (menyaring sifat yang tidak relevan), dan takhrij al-manat (menggali ilat tersembunyi). Melalui kacamata mazhab Hanbali, teks ini membuktikan bahwa qiyas bukanlah upaya merekayasa hukum Tuhan, melainkan sebuah ikhtiar ilmiah untuk menyingkap keadilan universal yang telah diletakkan oleh Sang Pencipta di dalam setiap syariat-Nya. Pada akhirnya, kitab ini memosisikan qiyas sebagai motor penggerak yang membuat hukum Islam selalu relevan di setiap waktu dan tempat tanpa kehilangan orisinalitasnya.
Kutipan Mindblowing
"Teks wahyu itu terbatas dan telah berhenti bertambah, sementara peristiwa kemanusiaan terus mengalir tanpa batas. Maka, Qiyas bukanlah tindakan menciptakan hukum baru untuk menyaingi Tuhan, melainkan seni membaca pikiran syariat; ia adalah jembatan akal yang membuktikan bahwa di balik setiap teks yang diam, Tuhan selalu meletakkan detak keadilan yang terus hidup untuk menjawab masa depan."