50 Metode Mentarjih (Memilih Dalil yang Lebih Kuat)
Fikih Muamalah, Hukum Islam, dan Lembaga Keagamaan

50 Metode Mentarjih (Memilih Dalil yang Lebih Kuat)

Seri Fiqih
✍️ Abul 'Aliya Shilahul Hawa Al Amiry 📄 159 halaman 🏢 PTIQ AL FURQON KOTA MALANG
Rp 6.000 Hemat 58%
Rp 14.400
Format PDF, bisa dibaca di semua perangkat
Link download dikirim otomatis ke email
File terproteksi password pribadi

Deskripsi

Sinopsis Buku 50 Langkah Tarjih

Bagaimana menentukan hadis yang lebih kuat ketika terdapat dua riwayat yang tampak bertentangan?

Buku 50 Langkah Tarjih membahas berbagai metode yang digunakan dalam mentarjih (mengunggulkan) salah satu hadis ketika terdapat beberapa riwayat yang secara lahiriah tampak bertentangan.

Pembahasannya dimulai dari faktor-faktor yang berkaitan dengan sanad dan para periwayat, seperti jumlah perawi, kekuatan hafalan (hifzh), ketelitian (itqan), keadilan perawi, usia ketika menerima hadis, cara menerima hadis, kedekatan dengan Rasulullah ﷺ, lamanya berguru, hingga banyaknya jalur periwayatan.

Selanjutnya, buku ini membahas persoalan ketersambungan sanad dan karakter periwayat, termasuk perbedaan antara hadis marfu‘ dan mawquf, sanad muttashil dan mursal, kemampuan menjaga lafaz hadis, serta kompetensi seorang perawi dalam memahami dan menggali hukum dari hadis.

Pembahasan kemudian beralih kepada indikasi dari matan dan hubungan hadis dengan dalil lainnya. Di antaranya adalah kesesuaian hadis dengan makna lahiriah Al-Qur’an, keselarasan dengan Sunnah lainnya, kesesuaian dengan qiyas, dukungan hadis lain, serta pengamalan hadis oleh Khulafaur Rasyidin dan umat.

Tidak berhenti di sana, buku ini juga menguraikan metode tarjih berdasarkan indikasi lafaz dan prinsip-prinsip fikih, seperti perbedaan antara makna yang tersurat (manthuq) dan makna yang masih mungkin ditafsirkan (muhtamal), adanya idmar, perbedaan qawl dan fi‘l, takhshish, ithlaq, sabab al-wurud, hingga prinsip ihtiyat dalam menetapkan hukum.

Pada metode ke-50, pembahasan mencapai persoalan penting: ketika dua hadis berkaitan dengan bidang tertentu, maka riwayat dapat diunggulkan berdasarkan keahlian periwayat dalam bidang tersebut—misalnya Ali bin Abi Thalib dalam perkara peradilan, Mu‘adz bin Jabal dalam halal-haram, dan Zaid bin Tsabit dalam faraidh.

Dengan demikian, buku ini bukan sekadar menyajikan teori tentang tarjih, tetapi memberikan 50 indikator dan pertimbangan yang dapat digunakan untuk menilai dua riwayat ketika terjadi ta‘arudh al-adillah. Pembaca diajak memahami bahwa memilih hadis yang lebih kuat membutuhkan ketelitian terhadap sanad, perawi, lafaz, matan, konteks, kesesuaian dengan Al-Qur’an dan Sunnah, serta prinsip-prinsip fikih.

50 Langkah Tarjih sangat bermanfaat bagi pembaca yang ingin memperdalam ilmu hadis, ushul fikih, kritik riwayat, dan metodologi ulama dalam menyelesaikan hadis-hadis yang tampak bertentangan.

PenulisAbul 'Aliya Shilahul Hawa Al Amiry
PenerbitPTIQ AL FURQON KOTA MALANG
Jumlah Halaman159
Seri/TopikSeri Fiqih
FormatPDF (Digital)

Buku Terkait

Saran, masukan, bantuan & informasi