Mandi (Wajib) dan  Menghadap Kiblat (Dalam Nasikh dan Mansukh riwayat-riwayat klasik)
Fikih Muamalah, Hukum Islam, dan Lembaga Keagamaan

Mandi (Wajib) dan Menghadap Kiblat (Dalam Nasikh dan Mansukh riwayat-riwayat klasik)

Seri Fiqih
✍️ Abul 'Aliya Shilahul Hawa Al Amiry 📄 68 halaman 🏢 PTIQ AL FURQON KOTA MALANG
Rp 3.500 Hemat 56%
Rp 8.000
Format PDF, bisa dibaca di semua perangkat
Link download dikirim otomatis ke email
File terproteksi password pribadi

Deskripsi

SINOPSIS

Buku ini membahas riwayat-riwayat klasik tentang nasikh dan mansukh, dengan fokus pada dua tema penting dalam hukum fikih: mandi wajib dan menghadap kiblat.

Pada pembahasan mandi wajib, buku menguraikan riwayat tentang ketentuan mandi setelah hubungan suami istri, khususnya perbedaan riwayat mengenai kewajiban mandi ketika tidak terjadi keluarnya mani. Riwayat-riwayat tersebut kemudian dikaji dalam kerangka nasikh dan mansukh untuk melihat perubahan ketentuan yang terjadi dalam perjalanan syariat.
Sementara itu, pembahasan menghadap kiblat menyoroti riwayat-riwayat klasik yang berkaitan dengan arah kiblat dan perubahan ketentuan dalam pelaksanaan ibadah. Kedua tema tersebut disajikan sebagai contoh bagaimana ulama meneliti riwayat yang tampak berbeda untuk mengetahui apakah perbedaannya disebabkan oleh nasakh, perbedaan kondisi, atau kemungkinan untuk mengompromikan riwayat.

Melalui buku ini, pembaca diajak mengenal cara ulama memahami perubahan hukum berdasarkan riwayat-riwayat yang diwariskan dari generasi awal Islam, sekaligus memahami pentingnya ketelitian dalam menentukan mana hukum yang nasikh dan mana yang mansukh.

PenulisAbul 'Aliya Shilahul Hawa Al Amiry
PenerbitPTIQ AL FURQON KOTA MALANG
Jumlah Halaman68
Seri/TopikSeri Fiqih
FormatPDF (Digital)

Buku Terkait

Saran, masukan, bantuan & informasi